Bersua Dalam Doa



Tak akan pernah habis kata untuk mengurai tentang sahabat, kawan di kehidupan yang ada setelah keluarga, sahabat menjadi orang yang sangat berharga bagi kehidupan seseeorang, karena sahabat sellau ada ketika kita butuhkan, ketika sedih, senang, bahagia itulah sahabat sejati. 

Hadirnya sorang sahabat bagai sebuah hadiah indah dari Allah bagi kita, ada istilah sahabat rasa saudara dan ini saya mulai temukan beberapa tahun silam ketika berada di kampus. Menjadi bagian dari sebuah perkumpulan yang hati-hati mereka terpaut kepada kebaikan dan saya kala itu masih menjadi mahasiswa baru, padahal kami bertemu untuk pertama kalinya namun mereka dengan sabar membimbing dan menasehati ketika keliru dan salah. 

Beberapa tahun berjalan selalu bermakna, bahkan ketika saya sakit mereka merawat saya layaknya mereka merawat seperti adik sendiri dan saya selalu terharu penuh syukur mereka dihadirkan Allah untuk menjadi jalan saya menemukan jalan kebaikan. Yang dulunya jarang sholat dhuha setelah bertemu mereka saya menjadi termotivasi untuk terus melakukan sholat dhuha, sholat tahajud dan amalan-amalan baik lainnya.

Sungguh pertemuan yang tak akan pernah saya sesali dan akan terus saya syukuri sepanjang perjalanan hidup saya. walaupun sekarang kami sudah terpisah jarang dan tempat serta waktu namun hati-hati kami selalu terpaut untuk terus bertemu dalam doa, saling menguatkan melalui pesan singkat di media sosial, saling bertegur sapa saat kita  tidak bisa lagi bersua. 

Semoga persaudaaraan ini selalu hidup dengan pupuk doa dan keyakinan bahwa suatu saat Allah takdirkan kami untuk bertemu kembali dengan cara yang Allah kehendaki dan tentunya pertemuan yang paling hakiki adalah Allah pertemukan kami dalam SyurgaNy kelak. 

Terima kasih saudara/saudariku dimanapun kalian berada sekarang yang pernah dan akan terus singgah di hati sanubari ini telah sangat banyak membantu diri yang hina ini untuk terus memperbaiki diri, menampilkan kualitas diri di setiap harinya, berkarya dengan ikhlas dan terus menyeru kepada kebaikan, wajah-wwajah teduh kalian akan selalu menjadi rindu yang tak pernah bertepi, rindu dengan semangat yang menggebu, rindu dengan lantunan ayat suci yang kita baca bersama, tentang kerja-kerja yang kita lalui bersama. Semua akan tertanam indah di benak hingga kelak Allah pertemukan kembali dengan cara yang berbeda dan kita akan mengeja kisah kita yang sekarang telah menjadi kenangan. Tetaplah saling mengingatkan dan tetaplah kita bersua dalam doa.  

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review buku Games For Islamic Mentoring

Samudra syukur

Resensi Buku Dalam Dekapan Ukhuwah