Memetik Pelajaran



Takdir hidup manusia telah ditetapkan oleh Allah, ada bebagai macam   cara menjemputnya mulai dari berikhtiar dalam hal menjemput rejeki, jodoh dan hal-hal yang lain yang menentukan hidup sesorang. ada yang berikhtiar menjadai guru, dokter, perawat, nelayan, pedagang dan sebagainya.

Ada banyak pelajaran hikamh yang ingin disampaikan Allah melalui beraneka ragamnya cara hambaNya menjemput takdir, yang berkecukupan dalam harta agar berpikir bahwa ada hak orang lain disetiap butir harta yang dimiliki, yang berkekurangan juga bisa berpikir bahwa setiap capaian dan tujuan mestilah melalui sebuah usaha.
Ada pengalaman yang sangat menarik dan sungguh berharga yang kisah ini Allah titipkan hikmahnya melalui kisah suami saya. Setiap hari ahad suami saya menyempatkan diri untuk berolah raga dengan bersepeda berkeliling dan berkunjung ke beberapa tempat dan jalur terakhir yang dituju biasanya selalu pantai dengan niat setiap pulang bersepeda beliau bisa membeli beberapa ekor ikan untuk diolah menjadi menu sarapan.
Saat itu telah sampailah ia di sebuah meja lapak dagangan ikan segar yang baru turun dari perahu yang dibawa oleh nelayan, entah mengapa kali itu sebelum ia tiba di meja lapak suami saya berpikir serta disertai rasa penasaran “bagaimana ya rasanya membeli sesuatu dengan menawar harga barangnya” gumamnya..”ah aku harus mencobanya, siapa tahu berhasil” dengan langkah sedikit cepat ia mengayuh sepedanya dan tiba tepat di depan meja sang penjual dan memulai
Suami : ikannya seekor berapaan pak ?
Penjual : 25ribu pak...
Suami : “ baiklah mari kita coba, pasti berhasil” (bergumam dalam hati)......tidak bisa kurang pak?
Penjual : harga pas mas
Suami : begini saja, bagaimana kalo saya beli 2 tapi harganya 40 ribu?
Penjual : sambil tersenyum sang penjual kembali menegaskan tidak bisa mas, harga pas
Suami : ayolah pak ....(mulai memelas)
Penjual : dengan nada yang sedikit tinggi “Mas...kalo mas tidak mau harga segitu ya sudah tidak usah dibeli ikan saya, asal mas tahu ya...untuk mendapatkan satu ekor ikan saja saya harus mempertaruhkan nyawa saya di tengan ombak lautan (sambil menunjuk laut)
Suami : terdiam membeku dan tanpa pikir panjang mengeluarkan uang 50ribu dan berkata “ oh iya pak saya ambil 2 ya ikannya dan ini uangnya (sambil menyerahkan uang 50Ribu) dan segera bergegas meninggalkan penjual tersebut. Dengan hati yang masih tak karuan sang suami masih terheran-heran dan menunjukkan ada penyesalan mencoba teknik tawar menawar harga.

Sesampai di rumah dengan wajah yang masih murung dan tegang suami masuk dapur dan menceritakan apa yang baru saja dia alami dan di akhir cerita, beliau berpesan kepada saya bahwa menghargai orang itu adalah bagian dari bersedekah apalagi kepada pedagang kecil, tadinya niat saya hanya mencoba kemampuan saya dalam menawar harga namun Allah sepertinya ingin menunjukkan pelajaran berharga bahwa setiap kita harus saling menghargai dengan cara sekecil apapun yang kita bisa.
Pelajaran berharga tentang kehidupan selalu Allah selipkan dalam setiap episode kehidupan kita, tinggal kita yang harus menyesuaikan diri untuk peka terhadap pesan yang ingin tersampaikan dan dititipkan melalui kejadian-kejadian yang kita alami.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review buku Games For Islamic Mentoring

Samudra syukur

Resensi Buku Dalam Dekapan Ukhuwah