Huruf Itu Bergandeng Tangan

Pengalaman selama beberapa tahun mengajar kelas rendah membuat saya selalu ingin berinovasi setiap harinya,  bagaimana tidak, cara berpikir anak zaman now sungguh sangat menguras pikiran.  Terkadang jenuh dan menyerah menghampiri.  Anak-anak bukan saja mengutarakan satu pertanyaan sekali dalam satu sesi tapi bisa beberapa pertanyaan yang membutuhkan penjelasan yang panjang.

Termasuk juga anak-anak kelas satu,  ada beragam kriteria anak-anak dan kompleks permasalahan yang dihadapi.  Termasuk di dalamnya bagaimana mengajarkan anak belajar membaca terlebih mengajar mereka membaca alquran.

Dalam beberapa kasus yang saya temui di lapangan ada beberapa anak kesulitan membedakan beberapa huruf abjad dan hijaiyah.  Maka, inovasi dan kreatifitas seorang guru akan dapat dimainkan saat ini.

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan menyimak bacaan dalam buku metode wafa, sebut saja namanya Patti. Seorang anak laki laki tubuh mungilnya. Mulailah tiba saatnya giliran Patti yang saya simak, namun Patti menemukan kesulitan membedakan huruf hijaiyah tunggal dengan yang sudah tersambung,  beberapa metode mampir di benak saya, agar bagaimana dia paham cara membedakan huruf tunggal dan yang sudah bersambung dengan huruf llain serta membaca satu ketukan. 

Akhirnya, setelah beberapa kali mencoba untuk membantu patti agar paham, akhirnya saya menggunakan ilustrasi. Coba Patti perhatikan setiap hruf ini berbeda ada yang punya tahi lalat ada yang tidak, nah klo yang ini huruf tunggalnya seperti ini sambil saya menunjukkan hurf "ha" yang bersambung dengan huruf "ja" kedua huruf ini kembar tapi coba Patti perhatikan ada perbedaannya, huruf yang ini dia berjalan sendiri sambil saya menunjuk hurif tunggal, nah kalo yang ini dia bergandengan tangan tidak boleh dipisah ya.  Patti menganguk dan mulai paham dan lancar membacanya hingga akhir baris.

Ya begitulah proses belajar, semuanya menjadi mungkin dalam pelaksanaannya. Karena imajinasi dan cara mereka menyerap sesuatu harus dijembatani dengan baik.

Itulah salah satu pengalaman saya,  ada banyak cara yang bisa kita terapkan kepada siswa dan anak-anak kita dalam belajar sesuatu,  semua butuh caranya sendiri dan ingat untuk selalu menyesuaikan dengan tingkat usia anak-anak.
Selamat mencoba ya..

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review buku Games For Islamic Mentoring

Samudra syukur

Resensi Buku Dalam Dekapan Ukhuwah