Postingan

Bersua Dalam Doa

Tak akan pernah habis kata untuk mengurai tentang sahabat, kawan di kehidupan yang ada setelah keluarga, sahabat menjadi orang yang sangat berharga bagi kehidupan seseeorang, karena sahabat sellau ada ketika kita butuhkan, ketika sedih, senang, bahagia itulah sahabat sejati.  Hadirnya sorang sahabat bagai sebuah hadiah indah dari Allah bagi kita, ada istilah sahabat rasa saudara dan ini saya mulai temukan beberapa tahun silam ketika berada di kampus. Menjadi bagian dari sebuah perkumpulan yang hati-hati mereka terpaut kepada kebaikan dan saya kala itu masih menjadi mahasiswa baru, padahal kami bertemu untuk pertama kalinya namun mereka dengan sabar membimbing dan menasehati ketika keliru dan salah.  Beberapa tahun berjalan selalu bermakna, bahkan ketika saya sakit mereka merawat saya layaknya mereka merawat seperti adik sendiri dan saya selalu terharu penuh syukur mereka dihadirkan Allah untuk menjadi jalan saya menemukan jalan kebaikan. Yang dulunya jarang shola...

Memetik Pelajaran

Takdir hidup manusia telah ditetapkan oleh Allah, ada bebagai macam    cara menjemputnya mulai dari berikhtiar dalam hal menjemput rejeki, jodoh dan hal-hal yang lain yang menentukan hidup sesorang. ada yang berikhtiar menjadai guru, dokter, perawat, nelayan, pedagang dan sebagainya. Ada banyak pelajaran hikamh yang ingin disampaikan Allah melalui beraneka ragamnya cara hambaNya menjemput takdir, yang berkecukupan dalam harta agar berpikir bahwa ada hak orang lain disetiap butir harta yang dimiliki, yang berkekurangan juga bisa berpikir bahwa setiap capaian dan tujuan mestilah melalui sebuah usaha. Ada pengalaman yang sangat menarik dan sungguh berharga yang kisah ini Allah titipkan hikmahnya melalui kisah suami saya. Setiap hari ahad suami saya menyempatkan diri untuk berolah raga dengan bersepeda berkeliling dan berkunjung ke beberapa tempat dan jalur terakhir yang dituju biasanya selalu pantai dengan niat setiap pulang bersepeda beliau bisa membeli beberapa ekor...

Bait Tentang Pesan Alam

Alam telah tercipta untuk kita  Bukti tanda kasih sayangnya untuk kita  Dengarkanlah bait tentang peringatan untukmu Adalah engkau yang merindu keindahan Apakah telah sampai kepadamu berita besar tentang sesuatu Tentang pipi yang basah karena tangisan Tentang teriakan lelah akan keadaan Mereka yanag tak mampu menerima keadaan Karena alam telah bosan dan marah Muak dengan caramu menjaganya. Dulu ...dulu sekali tealah tertuang dengan jelas dan pasti tentang perintah menjaganya dengan baik Tentang balasan bagi yang tidak memperindahmudan menjaganya Sampah yang kau biarkan meraja lela Pelastik yang lama terurai kau diamkan berhamburan Dimana rasa cintamu ? Dimana rasa pedulimu ? Dan dimana nuranimu ?                                 Saat tangis tak lagi menjadi solusi  ...

KARENA KAU PELETAK "BATU" PERTAMA

Ketika tahun kedua menjadi seorang wali kelas di sebuah sekolah swasta, pengalaman demi pengalaman terus terurai, sedih senang kulalui, semakin banyak belajar dari rangkaian demi rangkaian peristiwa dilalui. Begitulah menjadi guru, sesungguhnya ketika kita memutuskan menjadi guru bukan saja tentang menyampaikan dan mentransfer ilmu namun seungguhnya seorang guru juga sedang belajar dari anak-anak didiknya. Ketika pada suatu hari, salah satu siswa istimewaku bernama hikatri mengalami tantrum karena mainannya dirusak oleh temannya akhirnya siswaku tersebut membanting semua benda yang ada di sekitarnya dan menghantam semua buku yang tertata rapi di meja kerjaku, setelah beberapa puluh menit aku berusaha menenangkan, bermediasi   akhirnya salah satu rekan menyarankan berdasarkan buku yang pernah dia baca salah satu cara mengatasi anak yang tantrum adalah dengan membasahi seluruh badannya. Karena sudah tidak ada jalan keluar lain saat itu akhirnya aku mengiyakan untuk mencoba cara ...

BerkahMu di setiap bait doamu (ibu)

Tahun 2011 adalah salah satu tahun bersejarah dalam hidup saya dimana pada tahun itu saya menyelesaikan seluruh rangkaian prosesi wisuda Strata satu. Lebahagiaan saya dan kedua orangtua saya tak terbendung sampai sampai ibu saya tidak mau kehilangan moment dengan menggandeng seorang potografer untuk mengabadikan moment langka saya. Selama proses wisuda yang terpikir adalah bagaimana saya setelah diwisuda ketika itu ingin sekali rasanya bertahan di satu tempat uuntuk terus menimba iilmudanalasan terkuat untuk bertahan adalah ketidaksiapan menghadapi kenyataan hidup yang jauh dari dunia perkampusan, perpustakaan, diskusi bersama sahabat dan lingkaran yang selalu membuat kangen dan rindu. Setelah terjadi mediasi dan lobi terhadap orang tua akhirnya semua keputusan harus saya terima bahwa ibu dan bapak yang kesehatannya waktu itu sudah mulai menurun dan orangtua menginginkan saya untuk kembali kepangkuan keluarga. Akhirnya saya kembali ke kampung halaman menjadi seorang sarjana pendidi...